AHY Panggil Para Pejabat RI, Umumkan Kondisi Genting Pantura Jawa

Senin, 11 Mei 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY Panggil Para Pejabat RI, Umumkan Kondisi Genting Pantura Jawa

Jakarta,Radar publik,,Senin 11 Mei 2026 

Menteri Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran kementerian dan lembaga serta kepala daerah untuk membahas perlindungan pesisir pantai utara (Pantura Jawa). Dalam rakor ini, turut hadir  Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, beberapa wakil menteri, perwakilan lembaga, dan kepala daerah.
AHY mengungkapkan Pantura Jawa saat ini kondisinya memprihatinkan, di mana potensi bencana semakin besar, karena tiap tahunnya penurunan permukaan tanah mencapai 15 hingga 20 cm per tahun.

“Saya ingin menyampaikan bahwa setiap saat seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa kali, mengatakan telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 15 cm hingga 20 cm per tahun, paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang. Tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi land penurunan permukaan tanah,” kata AHY dalam paparannya saat pembukaan rakor tersebut, Senin (4/5/2026).

Tak hanya penurunan permukaan tanah, Pantura Jawa juga dihadapi oleh kenaikan permukaan air laut sebagai dampak dari pemanasan global, di mana air laut naik mulai 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahun.

Bahkan, pihaknya mengungkapkan jika tidak ada penanganan serius, maka pada 2050 kondisinya bisa lebih parah dari saat ini.

“Di saat yang bersamaan, bisa dikatakan ini sebagai twin pressure, tekanan ganda terjadi kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global, naiknya dari 0,8 cm sampai 1,2 cm per tahun. Ini juga mengakibatkan terus mengintainya banjir rob yang bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga dan lain-lain. Ini berpotensi pada terjadinya bencana yang lebih buruk dan fatal. Bisa dilihat proyeksi penggenangan air laut hingga 2050 jika tanpa intervensi, ini bisa lebih buruk,” terangnya.

Tak hanya itu saja, krisis air bersih juga sudah mengintai Pantura Jawa, di mana masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut makin sulit untuk mendapatkan air bersih.

“Kemudian juga ternyata bukan hanya kita menghadapi kelebihan air dalam bentuk banjir, tapi juga kelangkaan dan krisis air bersih. Ini juga harus kita tangani secara serius,” tegasnya.

Jika permasalahan Pantura Jawa tidak segera ditangani, maka akan berimbas ke perekonomian Indonesia, di mana pada 2025 Pantura Jawa berkontribusi sebesar 27,53% atau sekitar US$368,37 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Ini juga harus kita tangani secara serius, karena potensi kerugian ekonomi cukup besar, di mana Pantura Jawa sendiri berkontribusi sebesar 27% terhadap PDB nasional,” jelasnya.

AHY mengatakan masalah di Pantura Jawa harus ditangani dengan serius agar kerusakan lingkungan tidak makin memburuk di masa depan.

“Jika kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi Pantura Jawa ini dengan baik dan serius, dijaga jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk, kita harus bergerak bersama-sama dan kompak agar masalah di Pantura Jawa bisa kita tangani,” ujarnya.

(Dave)

Berita Terkait

Haji Udin ​Dukung Iklim Usaha Sehat, PT Indo Hong Hai Komitmen pada K3 dan Pengelolaan Lingkungan
Perkuat Kedaulatan Ekonomi, Kodam XIII/Merdeka Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Wilayah 3T
Pesta Demokrasi Desa di Minahasa Berjalan Aman dan Kondusif: 129 Desa Sukses Gelar Pilhut Serentak 2026 ​
Respon Cepat Polresta Manado: Kurang dari 24 Jam, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Berujung Maut Berhasil Diringkus ​
“Sehat Desanya, Bahagia Warganya: Hamida Mudjimu Jadikan Kesehatan Dan Pendidikan Fondasi Utama Membangun Tateli Dua”
Dugaan Manipulasi Proyek di SMKN 6 Bitung: Praktik “Panitia Siluman” dan Potensi Kerugian Negara Mencapai Miliar Memicu Desakan Audit Investigasi
Tegaskan Transparansi, Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Lewat Jalur Reguler Nasional
Gempa M 7.7 Guncang Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Status SIAGA!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:48 WIB

Haji Udin ​Dukung Iklim Usaha Sehat, PT Indo Hong Hai Komitmen pada K3 dan Pengelolaan Lingkungan

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:03 WIB

Perkuat Kedaulatan Ekonomi, Kodam XIII/Merdeka Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Wilayah 3T

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:04 WIB

Pesta Demokrasi Desa di Minahasa Berjalan Aman dan Kondusif: 129 Desa Sukses Gelar Pilhut Serentak 2026 ​

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:12 WIB

Respon Cepat Polresta Manado: Kurang dari 24 Jam, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Berujung Maut Berhasil Diringkus ​

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:54 WIB

Dugaan Manipulasi Proyek di SMKN 6 Bitung: Praktik “Panitia Siluman” dan Potensi Kerugian Negara Mencapai Miliar Memicu Desakan Audit Investigasi

Berita Terbaru