BuletinNasionalNews.com,,JAKARTA – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., mengeluarkan penegasan keras terkait proses seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian rekrutmen dilaksanakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), tanpa ada celah bagi praktik jalur khusus maupun titipan.
Penegasan tersebut disampaikan Irjen Pol. Anwar dalam arahannya kepada jajaran SDM dan Humas Polri secara daring dari Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Seleksi Berjalan Objektif
Irjen Pol. Anwar memaparkan bahwa saat ini tahapan seleksi telah memasuki Pemeriksaan Kesehatan tahap II (Rikkes II) yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026.
Sebanyak 513 peserta (468 pria dan 45 wanita) dinyatakan lolos ke tahap ini, jumlah tersebut setara dengan 1,3 kali kuota seleksi tingkat pusat.
“Yang selalu saya sampaikan, dan saya ulangi kembali, bahwa rekrutmen ini menggunakan prinsip BETAH. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama,” ujar Irjen Pol. Anwar.
Bantah Adanya Jalur Khusus
Dalam kesempatan tersebut, As SDM Kapolri menutup rapat segala spekulasi mengenai jalur alternatif masuk Akpol.
Ia menegaskan bahwa sistem seleksi hanya menggunakan satu mekanisme, yakni jalur reguler nasional dengan sistem gugur di setiap tahapannya.
“Tidak ada yang namanya kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, perlakuan istimewa, ataupun kuota tambahan. Kelima hal tersebut saya pastikan tidak ada,” tegasnya.
Pihaknya menjamin bahwa seluruh proses dilakukan secara objektif, jujur, dan adil, serta jauh dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Untuk memastikan hal tersebut, Polri melibatkan pengawasan ketat, baik dari internal maupun eksternal, termasuk keterlibatan Kompolnas, Ombudsman, kelompok LSM, serta Tim KPRB.
Publikasi Masif ke Masyarakat
Irjen Pol. Anwar menginstruksikan kepada seluruh Kepala Biro (Karo) SDM Polda dan jajaran Humas Polri di seluruh Indonesia untuk terus menyosialisasikan prinsip rekrutmen ini kepada masyarakat.
Langkah ini diambil untuk menangkal informasi menyesatkan atau hoaks terkait adanya kuota-kuota tertentu (seperti kuota Mabes atau kuota tambahan).
“Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler nasional. Saya minta seluruh jajaran menyampaikan informasi ini agar kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri terus meningkat,” pungkas Irjen Pol. Anwar. (Red)






