Dukung Swasembada Pangan, KSP Dudung Terima Bibit Padi Unggul PS08: Targetkan 100 Ribu Hektar
JAKARTA,,Buletin nasional news,,15 – 5 – 2026
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menerima kunjungan Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyerahan bibit padi unggul organik varietas PS08.
Inovasi Bibit Organik PS08
Dalam diskusi yang berlangsung selama satu jam tersebut, Seno Adjie memaparkan keunggulan varietas PS08 yang telah terbukti secara efektivitas dan produktivitas di lapangan. Salah satu terobosan utamanya adalah efisiensi pola tanam yang signifikan dibandingkan varietas konvensional.
”Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang dalam satu titik tanam, tetapi pada varietas organik PS08 cukup satu batang saja dan dapat menghasilkan hingga 75 anakan,” ujar Seno Adjie.
Selain hemat bibit, PS08 juga dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama dan perubahan cuaca ekstrem, menjadikannya solusi ideal bagi tantangan pertanian saat ini.
Rekam Jejak Keberhasilan
Keandalan varietas ini bukan sekadar teori. Pada Februari 2026 lalu, PS08 sukses dipanen di wilayah Carita, Banten, dengan hasil yang impresif:
Luas Lahan: 753 Hektar.
Produktivitas: Mencapai 9 ton per hektar.
Peta Jalan Pengembangan 2026
Saat ini, ekspansi lahan pertanian berbasis PS08 sedang dipacu di beberapa wilayah strategis. Untuk tahun 2026, target pengelolaan lahan mencapai 5.000 hektar.
Seno Adjie juga secara pribadi menyiapkan lahan seluas 20 hektar di Banten yang didedikasikan khusus untuk pengembangan dan pemurnian bibit unggul ini.
Visi 100 Ribu Hektar
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk memperkuat cadangan pangan nasional secara berkelanjutan. Yayasan Bhakti Bela Negara menargetkan pengembangan lahan PS08 akan terus meningkat drastis hingga mencapai 100.000 hektar dalam dua tahun ke depan.
Program ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi angka swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, tetapi juga secara nyata meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang melimpah dan biaya tanam yang lebih efisien.
(Redaksi)






