MINAHASA,,BuletinNasionalNews.com,, 7/6/2026,– Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti 129 desa di Kabupaten Minahasa pada hari ini, Rabu (17/6/2026).
Masyarakat secara serentak memberikan hak pilih mereka dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak 2026, sebuah momentum krusial yang menentukan arah kepemimpinan desa untuk enam tahun ke depan.
Proses Demokrasi yang Tertib
Hingga saat ini, proses pemungutan suara di seluruh lokasi penyelenggaraan dilaporkan berlangsung lancar, aman, dan tertib.
Partisipasi masyarakat terpantau tinggi, mencerminkan antusiasme warga dalam menentukan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa mereka masing-masing.
Sebanyak 358 calon Hukum Tua kini tengah menanti hasil akhir dari suara rakyat yang dihimpun di 129 titik penyelenggaraan.
Puncak dari rangkaian tahapan yang telah dimulai sejak Maret 2026 ini berjalan sesuai dengan koridor demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.
Sinergi Keamanan yang Ketat
Demi menjamin kelancaran pesta demokrasi ini, pengamanan di lapangan diperketat melalui sinergi lintas sektoral.
Unsur TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, hingga panitia di tingkat desa bahu-membahu menjaga situasi agar tetap kondusif, mulai dari tahap pemungutan hingga proses penghitungan suara nantinya.
Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelumnya telah menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.
Beliau menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah harus menjaga netralitas agar proses pemilihan tidak memicu perpecahan, melainkan menjadi ajang kedewasaan berdemokrasi bagi seluruh masyarakat Minahasa.
Harapan Baru untuk Desa
Pilhut Serentak 2026 bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan harapan bagi peningkatan pelayanan masyarakat dan pembangunan infrastruktur desa.
Kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pilihan hari ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di seluruh desa penyelenggara di Kabupaten Minahasa tetap terkendali, menandakan suksesnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kesadaran tinggi masyarakat dalam menjaga kedamaian di tanah Minahasa.
(Red)






