BITUNG,,Buletin Nasiomal News,,24 Juni 2026 – Komitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus diwujudkan hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap distribusi mata uang nasional, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XIII/Merdeka, Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, menghadiri upacara pelepasan pelayaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada VIII, Bitung, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Kehadiran Brigjen TNI Saptono Syiwarudi dalam mewakili Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menjadi simbol kuatnya sinergi lintas instansi dalam menjaga martabat bangsa.
Misi ini tidak hanya sekadar pertukaran uang, tetapi merupakan langkah negara untuk hadir secara nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan di Sulawesi Utara.
Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan Negara
Dalam keterangannya, Brigjen TNI Saptono Syiwarudi menekankan bahwa menjaga keutuhan negara tidak hanya terbatas pada pengamanan fisik di garis batas, melainkan juga mencakup kedaulatan di sektor ekonomi.
”Rupiah yang beredar di tangan warga di wilayah terdepan adalah identitas negara yang harus terus dijaga keberadaannya.
Pertahanan negara mencakup kedaulatan ekonomi, dan ini adalah bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ujar Brigjen Saptono.
Sinergi untuk Pemerataan Layanan
Program ini dirancang untuk memberikan akses luas kepada masyarakat kepulauan terhadap uang Rupiah yang layak edar.
Selain distribusi fisik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi guna meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol pemersatu bangsa.
Melalui ekspedisi ini, TNI dan Bank Indonesia berharap dapat:
Mempererat persatuan nasional melalui pemerataan layanan keuangan.
Memperkokoh kehadiran negara hingga ke pulau-pulau terluar.
Mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Pelaksanaan pelepasan ekspedisi di Bitung ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Sinergi yang terbangun antara TNI, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan diharapkan terus berlanjut guna memperkuat semangat pengabdian serta menjaga integritas NKRI dari berbagai lini. (Red)






