MANADO,,Buletin Nasiomal News,,1 Juni 2026 – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara tahun ini menyisakan cerita unik yang jauh dari kesan kaku. Di balik megahnya upacara resmi, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), berhasil mencuri perhatian melalui momen penuh keakraban yang mengundang tawa para hadirin.
Larut dalam Sukacita di Panggung Mobile TNI
Suasana yang semula formal berubah menjadi hangat sesaat setelah prosesi upacara berakhir.
Gubernur YSK tampak tidak canggung untuk berbaur dengan jajaran pejabat utama Polda Sulut, TNI, dan tamu undangan lainnya.
Puncak kemeriahan terjadi ketika Gubernur YSK naik ke atas panggung hiburan milik TNI Kodam. Tanpa ragu, beliau larut dalam suasana, berjoget, dan bernyanyi bersama.
Momen ini menciptakan pemandangan yang menyejukkan, menggambarkan sinergitas yang luar biasa antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri di Sulawesi Utara.
”Salah Fokus” di Depan Kamera
Di tengah asyiknya Gubernur YSK berjoget, sebuah kejadian lucu tertangkap oleh kamera wartawan. Sesaat setelah mengambil gambar dari jarak dekat, seorang awak media sempat merasa panik.
”Awalnya saya kira hidung Pak Gubernur berdarah karena cuaca sangat panas. Saya sempat khawatir,” ujar salah satu wartawan di lokasi.
Namun, setelah diperhatikan lebih teliti, tawa pun pecah. Noda kemerahan yang menempel di pipi hingga hidung beliau ternyata hanyalah sisa krim kue ulang tahun yang tertinggal saat prosesi potong kue beberapa saat sebelumnya.
Sisa noda yang mengering itu memberikan kesan seolah-olah terjadi insiden, padahal itu hanyalah bukti nyata keseruan perayaan.
Tetap Santai dan Humanis
Menyadari adanya noda tersebut, Gubernur YSK segera dibantu oleh staf di sekitarnya dengan memberikan tisu untuk membersihkan wajah.
Meski masih mengenakan seragam dinas lengkap (PDUB) dengan atribut kehormatan, Gubernur YSK tampak tidak terganggu sedikit pun.
Alih-alih merasa risih, beliau justru menanggapinya dengan senyum lebar.
Momen “belepotan” ini justru menambah kesan humanis dan menunjukkan sisi santai beliau di tengah tradisi perayaan yang penuh keisengan khas ulang tahun.
Perpaduan antara aksi penuh tawa di atas panggung hingga “kesalahpahaman” noda kue yang tertangkap kamera ini berhasil membuat perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Utara menjadi momen yang tak terlupakan dan penuh warna.
Keakraban ini menjadi bukti nyata bahwa di balik seragam resmi, para pemimpin daerah dan aparat keamanan tetaplah manusia yang mampu berbagi tawa dalam suasana kebersamaan.
(Dave)






